bojonegoromu.com

Kabar Baik Berkemajuan

halal bihalal kader muda muhammadiyah
Persyarikatan

Halal Bihalal dan Silaturahim Kader Muda Muhammadiyah Bojonegoro

silaturahmi kader muda muhammadiyah
Silaturahmi kader muda Muhammadiyah

Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro mengelar acara halal bihalal dan Temu Kader Muda Muhammadiyah bertempat di Gedung Da’wah Muhammadiyah Komplek Masjid At Taqwa Bojonegoro, Ahad (22/5/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PDM Bojonegoro, seluruh anggota Majelis Kader, ketua sekretaris organisasi otonom tingkat daerah, ketua sekretaris departemen/bidang yang dimiliki oleh masing-masing ortom, dengan total yang hadir 75 orang.

Kegiatan halal bihalal dan temu kader Muda Muhammadiyah tahun 2022 ini mengusung tema Revitalisasi Peran Keumatan dan Kebangsaan Kader Muda Muhammadiyah”

Drs. H. Suwito, M.Si. selaku ketua PDM Bojonegoro berkenan memberikan tausyiyah, mengawali tausyiyahnya beliau menyampaikan pentingnya semangat syariat berbuka, bahwa tidak ada berbuka yang telat, ibadah puasa ramdhan yang baru saja kita lalui 21 hari lalu hendaknya dapat menjadi madrasah kehidupan, ini terkait dengan budaya melaksanakan sebuah kegiatan yang tepat waktu, acara dimulai ontime. Beliau yang mantan birokrasi itu adalah sosok disiplin. Lebih lanjut mantan kepala kantor Kementerian Agama Mojokerto itu berpesan agar kegiatan kaderisasi terus jalan. Majelis Pendidikan Kader harus mengambil peran.

Dalam kegiatan ini juga hadir mantan bupati Bojonegoro yang didapuk sebagai keynote speaker, Dr. Suyoto, M. Si. denagn mengambil tema “Revitalisasi Peran Keumatan dan Kebangsaan Kader Muda Muhammadiyah”.

Mengawali pembicaraannya Kang Yoto yang orang Bojonegoro lebih familiar menyapa, menyampaikan 3 eksistensi kader pada umumnya, yaitu adakalanya kader itu eksis kontributif, tetapi adakalanya menjadi pengganggu, dan bahkan menjadi beban. Kader muda muhammadiyah adalah kader yang eksis kontributif, kader yang senantiasa mampu berkontribusi untuk kemanfaatan di lingkungan di manapun ia berada. Karena pada prinsipnya Pemuda Muhammadiyah harus mampu mengemban amanat syariat rohmatan lil alamin. Untuk dapat menjalankan itu semua makanya perlu adanya transformasi diri kepada transformasi sosial dengan membangun 5 kesadaran yakni spatial, sosial, kesejarahan, computational dan spiritual.

Lebih jauh ia menyatakan bahwa kaum muda harus mempunyai pandangan secara utuh, mampu merasakan perasaan yang hidup, mampu membaca dan mengupgrade diri hingga  ada kemampuan mensinkronkan hati, pikiran, perbuatan dengan realitas hidup dan harapan masa depan bersama, pungkasnya.

Memetakan dan Menggali Potensi Kader Muda Muhammadiya .

Acara ditutup dengan penggalian potensi-potensi yang dimiliki oleh masing-masing kader Muhammadiyah yang tersebar di berbagai ortom.

Saat memberi kata sambutan pengantar dalam sesi kedua ini, ketua MPK PDM Bojonegoro, M. Yazid Mar’i menyampaikan maksud kegiatan ini adalah merevew kembali pemahaman tentang kader, yang tidak sebatas sebagai pelopor, pelangsung, penyempurna Amal Usaha Muhammadiyah, kader harus berkontribusi terhadap umat, bangsa, dan negara. Maka persepsi selama ini tentang “bukan jadi apa tapi apa yang harus diperbuat” haruslah dirubah dengan “kader harus jadi apa sehingga setelah menjadi apa maka banyak yang bisa dilakukan”. Ini penting karena dengan ia jadi apa, maka akan banyak peluang baginya untuk menentukan arah perubahan bangsa ke depan. Hari ini sangat diperlukan iventarisir kader,  hingga dapat mendistribusikan kader di berbagai tempat sesuai skill dan profesinya, imbuhnya.

Sesi konsolidasi dipandu oleh anggota Majelis Kader “Choirul Anas”, setiap ketua ortom diminta untuk memaparkan potensi dan kendala yang dimiliki, dan hasil presentasi dari para ketua ortom, Majelis Kader pada akhirnya bisa menyimpulkan sebuah rekomendasi kegiatan yang insya Allah akan ditindaklanjuti pada bulan depan.

(Suprapto : sekretaris MPK PDM Bojonegoro)

Please Share

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *