Radikalisme Bersumber Dari Akidah Yang Salah

0 317

BojonegoroMu.com

Kajian Ramadan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Derah Muhammdiyah (PDM) Bojonegoro hari ini (18/6) berlangsung seru. Berbagai isu hangat diperbincangkan oleh narasumber. Mulai ekonomi Islam, radikalisme hingga Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang sekolah lima hari.

Tentang radikalisme, Ustad Muhammad Yusuf salah satu kader Muhammdiyah Bojonegoeo yang kini menempuh studi di Universitas Madinah mengatakan, radikalisme berakar dari akidah yang salah. Di zaman Rasulallah mereka disebut kaum khawarij. ‘’Mereka ibadahnya kenceng namun akidahnya keliru. Rasul berkata mereka akan banyak muncul diakhir zaman nanti,’’ terangnya.

Ustad Yusuf melanjutkan, golongan ini sangat mudah mengkafirkan umat Islam. Dengan demikian, mereka juga menghalalkan membunuh umat Islam yang dikafirkan itu. ‘’Misalnya orang zina langsung dihukumi kafir, judi kafir, dan berbuat maksiat kafir. Padahal tidak demikian,’’ ungkapnya.

Jika sudah demikian, maka umat Islam akan saling bunuh- membunuh.

Menurut dia, kaum Khawarij mudah terpecah belah. Mereka menjadi berbagai golongan. Seperti ISIS, Jabal Nusra, dan Al Qaeda. ‘’Kelompok-kelompok ini besar. Tapi mereka tidak akan memiliki negara.

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammdiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak menambahkan, radikalisme muncul karena adanya ketidakadilan pemimpin. Jika sudah demikian, akan terjadi perselisihan dan pertumpahan darah.

Narasumber lainnya, Ustad Syamsul Huda menjelaskan, saat ini radikalisme sering dikaitkan dengan agama Islam. Padahal, tidak ada sanadnya radikalisme dengan agama apapun. ‘’Radikalisme adalah keinginan menyelesaikan masalah dengan cara cepat dan frontal,’’ ungkapnya. (amn)

Please Share
Category: AgamaTags:
author
No Response

Leave a reply "Radikalisme Bersumber Dari Akidah Yang Salah"